MODERNISASI INFORMASI DAN PERILAKU INFORMASI MAHASISWA: STUDI KASUS BERBASIS KONSEP GESTELL MARTIN HEIDEGGER
Keywords:
Information-seeking behavior, Gestell, Heidegger, Algorithm, Digital Tranformation, StudentsAbstract
Penelitian ini meneliti transformasi digital perilaku pencarian informasi akademik di kalangan mahasiswa, menganalisis implikasi ontologis melalui kerangka kerja Gestell Heidegger. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang dilakukan dengan menggunakan pengkodean terbuka kategorisasi dari 25 tanggapan kuesioner dari mahasiswa. Temuan empiris dianalisis melalui kerangka filosofis Heidegger tentang Gestell (enframing) untuk memeriksa implikasi eksistensial yang lebih dalam dari praktik pencarian informasi digital. Temuan ini mengungkapkan kejenuhan strategi pencarian digital (100% responden), dengan Google, jurnal online, dan platform AI yang mendominasi akses informasi. Sementara 88% mahasiswa menunjukkan evaluasi kritis terhadap kredibilitas sumber “otonomi ilusi” dalam kerangka kerja teknologi.
Para mahasiswa menunjukkan kesadaran yang canggih akan pengaruh algoritmik (76%) namun tetap terjebak dalam apa yang disebut Heidegger sebagai Gestell, sebuah kerangka kerja teknologi yang secara fundamental mengondisikan kemungkinan mereka untuk mengakses pengetahuan. Penekanan pada efisiensi dan kecepatan (84% responden) mencerminkan pengurangan temporal dari durasi kontemplatif menjadi optimasi instrumental, mengubah pembelajaran dari eksistensial menjadi konsumsi informasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pencarian informasi akademis tidak hanya mewakili perubahan metodologis, tetapi juga transformasi ontologis pada siswa yang berada di dunia. Penelitian ini menunjukkan perlunya transformasi pedagogis dari “literasi digital” menuju “kebijaksanaan digital”, kapasitas untuk eksistensi otentik dalam lingkungan yang dimediasi oleh teknologi sambil mempertahankan dimensi eksistensial mendasar dari pembelajaran dan konstruksi pengetahuan.
